Di dunia password manager, ada banyak pilihan seperti Bitwarden, 1Password, LastPass, dan lainnya. Lalu muncul pertanyaan: kenapa harus Vaultwarden? Kenapa tidak langsung Bitwarden atau yang lain?
1. Kenapa Memilih Vaultwarden?
Alasan paling kuat adalah kontrol penuh atas data dan biaya yang sangat rendah. Kalau kamu pakai Bitwarden versi cloud resmi, memang praktis dan aman, tapi semua data tersimpan di server mereka. Dengan Vaultwarden, kamu bisa menyimpan semua data di server pribadi — baik di VPS, server rumah, atau Raspberry Pi — sehingga tidak ada pihak ketiga yang memegang database password kamu.
Keunggulan lainnya:
- Privasi maksimal — data tetap di server yang kamu kelola.
- Ringan — ditulis dengan Rust, hemat CPU & RAM.
- Gratis — hanya membayar biaya server (jika pakai VPS).
- Fitur premium Bitwarden bisa aktif gratis — termasuk TOTP, file attachment, dan vault health report.
- Instalasi mudah — cukup dengan Docker Compose.
2. Vaultwarden vs Bitwarden
Walaupun berbeda di sisi hosting dan teknologi, secara fungsi keduanya kompatibel penuh. Kamu bisa memakai aplikasi resmi Bitwarden di browser, desktop, dan mobile untuk mengakses Vaultwarden.
| Fitur | Vaultwarden (Self-host) | Bitwarden (Self-host) | Bitwarden Cloud (Resmi) |
|---|---|---|---|
| Hosting | Server pribadi milik kamu | Server pribadi milik kamu | Server milik Bitwarden |
| Kontrol Data | Penuh | Penuh | Terbatas |
| Biaya | Gratis (hanya biaya server) | Gratis (hanya biaya server) | Gratis untuk basic, premium berbayar |
| Fitur Premium | Gratis | Berbayar | Berbayar |
| Kemudahan Setup | Sangat mudah | Kompleks | Sangat mudah |
3. Perbandingan Penggunaan Resource
Salah satu keunggulan Vaultwarden yang paling menonjol adalah efisiensinya.
Berikut gambaran kebutuhan resource:
| Parameter | Vaultwarden (Self-host) | Bitwarden (Self-host) | Bitwarden Cloud (Resmi) |
|---|---|---|---|
| CPU Usage | Sangat rendah, 1 vCPU cukup | Lebih tinggi, minimal 2 vCPU | Tidak perlu pikirkan |
| RAM | ±150–300 MB saat idle | ±1–2 GB saat idle | Tidak perlu pikirkan |
| Storage Awal | ±100 MB | ±500 MB | Tidak perlu pikirkan |
| Database | SQLite (default) atau PostgreSQL | PostgreSQL wajib | PostgreSQL (dikelola internal) |
| Maintenance | Ringan, update cepat via Docker | Lebih kompleks, beberapa service terpisah | Tidak perlu pikirkan |
| Kebutuhan Server Minimum | VPS kecil (1 vCPU, 512MB RAM) cukup | VPS minimal 2 vCPU, 2GB RAM | Tidak ada, karena di-host oleh Bitwarden |
4. Jadi, Pilih yang Mana?
- Pilih Vaultwarden jika kamu ingin privasi penuh, hemat resource, dan tidak masalah mengelola server sendiri. Cocok untuk pengguna teknis yang suka kontrol penuh.
- Pilih Bitwarden Self-host jika kamu ingin versi resmi tapi siap dengan resource server yang lebih besar dan setup yang lebih kompleks.
- Pilih Bitwarden Cloud jika kamu tidak mau repot sama sekali mengurus server, tapi rela data disimpan di pihak ketiga dan bersedia membayar fitur premium.
Kalau kamu sudah yakin mau pakai Vaultwarden, lanjut ke artikel berikutnya: Cara Install Vaultwarden, di mana kita akan setup semuanya dari nol menggunakan Docker Compose dan Nginx. 🚀
Series Vaultwarden:
- Mengenal Vaultwarden
- Mengapa Vaultwarden? (kamu di sini)
- Cara Install Vaultwarden
- Mengamankan Vaultwarden
- Cara Pakai Vaultwarden